Sabtu, 30 Desember 2017

"Kita ini Seperti Sebuah BUKU"





✒️πŸ“š✏️πŸ“–

Cover depan adalah tanggal lahir. 
Cover belakang adalah tanggal kematian.

Tiap lembarnya, adalah tiap hari dalam hidup kita dan apa yg kita lakukan. 

Ada buku yg tebal, 
ada buku yg tipis. 

Ada buku yg menarik dibaca, 
ada yg sama sekali tidak menarik.

Sekali tertulis, ternyata Allah msh memberikan kesempatan kita menghapusnya dengan taubatan nashuha.

Tapi hebatnya, 
seburuk apapun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman selanjutnya yg putih bersih, baru, dan tidak cacat. 

Sama dengan hidup kita, seburuk apapun kemarin, 
Allah Yang Maha Rahman selalu menyediakan hari yang baru untuk kita. 

Kita selalu diberi kesempatan baru untuk melakukan sesuatu yg benar dalam hidup kita setiap harinya. 

Kita selalu bisa memperbaiki kesalahan kita dan melanjutkan alur cerita ke depannya sampai saat usia berakhir, yang sudah ditetapkan-Nya.

Terima kasih Yaa Allah utk hari yg baru ini.

Syukuri hari ini dan isilah halaman buku kehidupanmu dgn hal-hal yg baik semata. 

Dan, jangan pernah lupa, untuk selalu bertanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'aala, tentang apa yang harus ditulis tiap harinya.

Supaya pada saat halaman terakhir buku kehidupan kita selesai, kita dapati diri ini sebagai pribadi yg berkenan kepada-Nya.

Dan buku kehidupan itu layak untuk dijadikan teladan bagi anak-anak kita dan siapapun setelah kita nanti. 
Aamiin. 

Selamat menulis di buku kehidupanmu, 
Menulislah dengan tinta cinta dan kasih sayang, serta pena yang diridhai Allah Ta'ala.

πŸ“–✏️πŸ“š✒️

Wassalam. 😊

Management Emotion

*EMOSI*


*Emosi pria mempengaruhi karirnya.*

*Emosi wanita mempengaruhi pernikahannya.*

Setiap hari bacalah artikel ini sekali.
Perlahan diri anda akan berubah.

*Di Thailand* ada orang legendaris bernama *Mr. Bai*, berkata: 
*_"Asalkan bisa mengatur emosi dengan baik, maka hal-hal duniawi pun akan lancar."_*

Banyak orang berkonsultasi tentang kelancaran masa depan bisnisnya, rumah tangganya, anak-anaknya, atau pernikahannya. Saya hanya menjawab dengan satu pertanyaan, *"Bagaimana dengan emosi anda, baik atau tidak?".*

Sepanjang hidupnya manusia selalu belajar bagaimana "menjadi orang". 
Ini adalah materi pelajaran seumur hidup yang tidak ada istilah kelulusan. Tidak peduli kaum ilmuwan, petani, pekerja, maupun pedagang, semuanya sama. *"Asalkan mau belajar, pasti akan maju."*

*Beberapa pelajaran dalam hidup:*

*1. Belajar meminta maaf.*
Seringkali manusia tidak mau mengakui kesalahannya, menganggap semuanya adalah kesalahan orang lain, dan dirinya sendiri yang benar. Sebenarnya "tidak bisa mengakui kesalahan" merupakan suatu kesalahan. Kita harus bisa meminta maaf kepada orang tua, rekan kerja, masyarakat, bahkan kepada anak-anak dan musuh kita. Meminta maaf tidak akan membuat kita kekurangan apapun, malahan bisa menunjukkan kelapangan hati kita.
"Belajar meminta maaf adalah hal yang baik dan merupakan suatu bentuk pelatihan diri."

*2. Belajar kelembutan hati.*
Gigi kita keras, namun lidah kita lembut. Saat kita menua, gigi akan tanggal, sedangkan lidah kita tetap ada. Jadi kita harus bisa lembut, barulah bisa panjang umur. Sifat keras hati malah merugikan diri kita. Hati yang lembut merupakan pencapaian besar dalam hidup manusia. Orang yang keras kepala biasanya dijuluki berhati dingin, sifatnya dingin, atau hatinya keras seperti besi.
Jika kita bisa mengatur nafas, mengatur postur tubuh, dan mengatur hati kita, ibarat kita menenangkan kuda liar atau monyet liar supaya jinak, maka hidup kita akan lebih bahagia dan panjang umur.

*3. Belajar menahan diri.*
Dalam hidup ini, jika kita bisa "menahan emosi, badai dan ombak pun akan reda".

*"Mundur selangkah, melihat langit dan laut masih luas" (tiada masalah).* 

Dengan menahan diri, semua masalah bisa dibereskan. Menahan diri berarti bisa memakai kebijaksanaan untuk mengatur dan mengubah masalah besar menjadi masalah kecil, dan masalah kecil menjadi tiada masalah. Jika kita mau hidup dengan damai, kita harus bisa menahan diri terhadap kebaikan dan keburukan dunia dan masyarakat serta gosip-gosip di masyarakat. Bahkan kita bisa menerimanya *(memakluminya).*

*4. Belajar berkomunikasi.*
Kurangnya komunikasi bisa menimbulkan gosip, perselisihan, dan kesalahpahaman. Hal terpenting dalam hidup bermasyarakat adalah bisa berkomunikasi dengan baik, saling memahami, toleransi, saling membantu. Kita semua adalah saudara, jika selalu bertikai dan miskomunikasi, maka tidak akan bisa hidup berdampingan dengan damai.

*5. Belajar melepas (tidak melekat).*
Hidup kita ibarat sebuah koper, yang diangkat saat perlu dan ditaruh saat tidak perlu. 
Saat harus melepas, jika kita malah melekatinya, maka seperti mengangkat koper yang berat dan tidak bisa bebas leluasa. 
*Hidup manusia ada batasnya.*
Belajar mengakui kesalahan, menghargai orang lain, dan memaklumi orang lain, barulah kita bisa diterima oleh orang lain. Belajar melepas barulah kita bisa bebas leluasa.

*6. Belajar merasa terharu.*
Saat melihat kebaikan orang lain, kita merasa senang melihat orang baik dan hal-hal baik, dan kita merasa terharu. Bisa merasa terharu adalah suatu bentuk kasih sayang. Dalam hidup banyak hal dan kata-kata yang bisa membuat kita terharu. Jadi kita pun harus berusaha supaya bisa membuat orang lain terharu (dengan berbuat hal-hal baik dan berkata-kata baik).

*7. Belajar bertahan hidup.*
Untuk bertahan hidup, kita harus menjaga kesehatan. Tubuh sehat tidak hanya menguntungkan diri sendiri, tetapi juga membuat teman dan keluarga kita merasa tenang. Menjaga kesehatan juga merupakan suatu bentuk bakti kepada orang tua.

Selamat menjalani hidup ini dgn sepenuh kebahagiaan.....

Tetaplah menjadi Baik sampai Akhir.

Di

By: Anonim

Senin, 09 Februari 2015

Minggu, 04 Januari 2015

🌻Seperti Apa Diri Kita??



 

🌴OASE DAKWAH~Penyejuk Hati Penggugah Jiwa
Jumat, 15 Agustus 2014


Oleh: Rochma Yulika

☀Bila kita mengaku orang yang cerdas pilihlah kata-kata yang berkelas
Bila kita mengaku orang yang cerdik pilihlah kata-kata yang baik
Bila kita mengaku santun pilihlah kata-kata yang tertuntun
Dan bila kita mengaku sopan maka pilihlah kata-kata yang menyejukkan

⚡Namun jika kita ini orang-orang yang tak tahu budi pekerti silakan pilih kata-kata yang keji
Jika kita ini orang-orang tak takut dosa silakan saja pilih kata-kata yang hina
Jika kita ini orang-orang yang sombong silakan pilih kata-kata bohong
Dan jika kita ini orang-orang yang tak takut azab silakan jadi manusia-manusia yang tak beradab

☔Keselamatan kita berawal dari mulut kita
Kebahagiaan kita berawal dari perilaku kita
Kemuliaan kita berawal dari amaliyah kita

⛅Silakan pilih dan setiap pilihan akan itu menjadi tanggung jawab kita
Apakah akan mengangkat kita ke Surga atau menjerumuskan kita ke neraka 
Semoga kita terjaga dari perbuatan yang menghadirkan murka Sang Pencipta
Dan kelak terselamatkan karena amalan kita 

☀“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang diridhai ALLAH SWT yang ia tidak mengira yang akan mendapatkan demikian sehingga dicatat oleh ALLAH SWT keridhoan-NYA bagi orang tersebut sampai nanti hari Kiamat. Dan seorang lelaki mengucapkan satu kata yang dimurkai ALLAH SWT yang tidak dikiranya akan demikian, maka ALLAH SWT mencatatnya yang demikian itu sampai hari Kiamat.” (HR Tirmidzi dan ia berkata hadits hasan shahih; juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah.)

Senin, 29 Desember 2014

Inilah sumpah sebenar2nya sumpah seorang pemuda...






Belajar Pada Uwais


Hari ini kita harus belajar pada Uwais Al-Qorni (w 657 M).

Belajar untuk tetap yakin bahwa Allah pasti akan membalas sekecil apapun kebaikan kita meski sepi dari apresiasi manusia. 

Sosok sejarah ini teramat Agung di mata Allah dan Rasul-Nya. Dan, Nabi menyebutnya sebagai seorang yang sangat terkenal di langit meski tidak di kenal di bumi. 

Uwais, pemuda asal Qaran, Yaman, hari itu berpamitan kpd Ibunya utk pergi ke Pasar Ternak. Ibunya yg sdh sepuh dan lumpuh memberinya restu,  disalah satu sudut pasar, pemuda bersuku Murad ini membeli lembu atau kerbau yg msh kecil. Setelah deal harga, lelaki berwajah belang krn penyakit sopak ini membawanya pulang dgn memanggulnya. 
Hari-hari Uwais yg dikenal sebagai penggembala kambing kini dilaluinya dgn aktivitas yg "aneh". Setiap pagi dan sore, Uwais menggendong lembunya dari rumah menuju bukit yg ia buatkan kandang di atasnya.

Jelas saja aktivitas "nyeleneh" ini hanya menambah daftar cemoohan orang kepadanya. Begitulah kini hari-hari seorang Uwais; memanggul lembu dari rumah ke bukit. 

Rupanya ini jawabannya, ia membeli lembu kecil dan memanggulnya setiap hari dlm rangka melatih fisiknya supaya terbiasa dan kuat saat bulan haji tiba.

Dan, di pagi itu Uwais merapat kpd sang bunda. "Ibu, mari kita berangkat Haji!"

"Dengan apa, Nak? Mana ada bekal utk kesana?" Sahut sang Ibu dgn raut kaget.

"Mari Bu, saya gendong Ibu. Perbekalan kita Insya Allah cukup." ujar Uwais meyakinkan sang Ibu. 

Sang Ibu hanya bisa berurai air mata. Dan, pagi itu Uwais sang anak sholeh ini menyaruk kaki, melintasi sahara panas dengan mengendong sang Ibu tercinta.

Berminggu-minggu ia lewati perjalanan mission impossible sejauh 600 km ini dengan penuh ikhlas dan sabar. Sampai akhirnya Kabah pun sudah berada persis di depan matanya. Mereka berdua pun akhirnya berhaji, Menyempurnakan keberislaman mereka. 
Allahu Akbar. 

Sungguh setiap langkah Uwais telah menggetarkan langit. Pantaslah para malaikat terkesima dan membalas tasbih tak henti. Bakti yg luar biasa dan amal kebaikan yg tak bertepi dari Uwais mengangkat dirinya sbg sosok yg sangat terkenal di seantero langit. Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib pernah diminta Rasulullah utk memintakan do'a kepada Uwais Al-Qorni. Karena doanya tdk berpenghalang dan pasti diijabah.

Bagaimana dengan kita?
Siapkan belajar kepadanya?
InsyaaAllah..

πŸ‚